Istilah ini muncul saat saya lagi chat dengan seorang teman di singapore. Kebetulan saya bercerita kalau ngeblog belum ada 1 bulan. Dia ingin ngeblog cuman agak males dan bingung apa yang harus di tulis, sepertinya semua orang sudah tau apa yang diketahuinya.

Mungkin pendapat ini tidak salah, cuman kalau dari sudut pandang saya, banyak sekali yang ingin saya ketahui, contohnya, bagaimana dulu apply kerja di singapur, gimana perjuangannya sampai “terdampar di Singapur”, tips-tips melancong dan tinggal di singapur, terutama untuk para backpackers (semangat gedhe uang cupet hehehe). Dan itu mungkin bag dia kurang menarik, tapi bagi orang lain ? who knows

Sama seperti posting saya sebelumnya,  mungkin bagi beberapa orang ngeblog pake HP di manapun tempatnya, termasuk nungguin istri belanja, itu cukup menarik, tapi bagi saya, kurang menarik karena udah sering melakukannya.

Back to the example. Saya yakin tidak sampai 1% penduduk Indonesia yang tau seluk beluk Singapura. Ini terbukti saat saya singgah di singapura lewat Tanjung Pinang. Turun kapal, cari halte bis aja bingung, mbayarnya pake semacam kartu langganan atau uang koin (=uang pas, gak ada kembali). Lha kita tidak tau hal seperti itu, alhamdulillah di bantu sama seseorang. Jadi culun kayaknya.

Pemikiran ini persis seperti yang saya pikirkan sebelumnya, “semua orang sudah tau”. Tapi kemudian baca-baca beberapa blog, memang sepertinya sepele tapi cukup bagus juga untuk memunculkan ide-ide baru. Karena itu lah sekarang “mari sharing knowledge”, because of that, I want to change my paradigm