Abis dari Kendari, bawa kepiting di pesawat bisa kok, asal…
Alhamdulillah setelah sekian lama gak nulis blog, karena kesibukan kantor dan juga dinas luar, akhirnya bisa menulis lagi di blog.
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan ke kendari (atas biaya dinas tentunya), membangun semacam sistem monitoring temperatur pada generator pembangkit listrik tenaga diesel disana (kalau yang ini di ceritani pasti bosen). Siapa yang belum tau Kendari angkat tangan hehehe, Ibukota propinsi Sulawesi tenggara, kalau naik pesawat transit dulu di makasar.
Pada suatu kesempatan, saya diajak jalan-jalan di pasar ikan kota tersebut. Walau rumah saya di surabaya (deket pantai), tapi saya sempat berdecak kagum, gimana tidak. Pasarnya sih kecil, kayak pasar di lingkup RT atau RW, tapi ikannya bok, gedhe-gedhe , seger dan aneh2, seperti ikan napoleon, kerapu sunu, dan mungkin cuman bisa kita temui di restoran besar. Ada yang segedhe bantal (saya sebutnya ikan bantal hehehe), murah2 lagi.
Saat itu pandangan teman saya tertuju pada kepiting laut(besar-besar), langsung kita beli 10 kg untuk oleh-oleh. Timbul permasalahan, gimana bawa pulangnya ke surabaya …. Akhirnya kita putusin, untuk merebus dulu kepitingnya ke rumah teman (meluncur naek mobil), lalu di masukkan freezer (biar gak basi). Habis direbus di tiriskan (di tus kalau basa jawanya) sebelum di freezer. Duh.. ternyata.. baunya tajam sekali.
Nah, cara ngemasnya, beli tas plastik yang tebal kira 3 atau 4 biji. Kepiting semua dibungkus koran yang agak banyak, lalu dimasukkan tas plastik rangkap tersebut, dan dimasukkan tas. Petugas bandaranya diam saja waktu tas dimasukkan x-ray.
Dan akhirnya sukses oleh-olehnya sampai surabaya .. hehehe
Ada sedikit yang lucu, ternyata waktu di mobil kepitingnya ada yang lepas satu. Taunya besoknya waktu teman yang lain mau pake mobil tersebut, dekat injakan gasnya ada kepiting yang mau nyapit-nyapit.




Leave a Reply